Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

bahaya radang gusi / gigi

17 Jul Posted by in OTHER | Comments
bahaya radang gusi / gigi
 

kebanyakan masyarakat ogah”an berkunjung ke dokter gigi, bahkan ketika datang rasa sakit yang menyengat, sebagian orang justru mengambil tindakan penyembuhan sendiri berdasarkan mitos yang tidak memiliki dasar medis. Jika dibiarkan, gigi yang bermasalah dapat menimbulkan infeksi menjadi pemicu berbagai penyakit seperti kanker, jantung, reumatik, diabetes bahkan kelainan pada otak. Benarkah adanya hubungan antara infeksi gigi dengan kesehatan kita secara keseluruhan?
Infeksi Fokal atau gigi rusak merupakan infeksi pada gigi yang dapat menimbulkan penyakit pada bagian tubuh lain, seperti encok persendian. Gigi yang sehat dan terawat sebenarnya juga rawan terinfeksi. Perhatikan dan sentuh bagian gusi yang lembut. Jika terdapat sejenis kantung, berarti di sanalah sumber infeksinya.

Sebenarnya, banyak yang bisa menjadi penyebab infeksi gigi, seperti plak atau karang gigi yang menempel terlalu lama pada gigi dan sisa akar gigi yang tertinggal ketika gigi megalami pencabutan atau patah.

Jika agan” pernah mengeluh karena radang gusi, letih dan mengalami penurunan berat badan secara drastis, berhati-hatilah karena bisa jadi agan bisa menderita penyakit leukemia atau diabetes. Kasus yang sama pernah dimasukan dalam Journal of Periodontology pernah yang menyebutkan bahwa kesehatan mulut, gigi dan gusi tidak boleh dianggap remeh. Kasus pembengkakan gusi mungkin saja merupakan manifestasi awal dari penyakit sistemik, seperti leukemia atau diabetes.

Quote:
Dokter gigi harus bekerja sama dengan dokter ahli lain dalam melakukan diagnosa terhadap penyakit Anda. Gangguan gusi juga bisa disebabkan infeksi mikroba, gangguan kekebalan tubuh, kurang gizi, bahkan kanker di telinga, hidung dan tenggorokan (THT).

 

Quote:
Sebagian orang mengira, radang gusi hanya berhubungan dengan sakit gigi. Padahal, radang gusi merupakan infeksi serius. Radang gusi dipicu oleh timbunan plak, zat lengket campuran dari bakteri, ludah dan sisa makanan. Jika tidak segera dibersihkan, timbunan plak akan membentuk karang gigi. Timbunan plak dan karang gigi mendesak gusi, membentuk kantung tempat bakteri berkembang biak. Bakteri mengeluarkan racun yang membuat gusi terinfeksi, bengkak dan lembek. Bakteri dari gusi yang meradang bisa masuk ke aliran darah, membuat sakit atau memperburuk gangguan kesehatan yang sudah ada. Hubungan antara radang gusi dengan penyakit jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) telah terbukti. Bakteri dari gusi yang mengalir mengikuti darah tersangkut di katup jantung. Lama kelamaan jantung terinfeksi. Selain itu, bakteri juga dapat masuk ke paru lewat ludah maupun udara dan menimbulkan infeksi pada paru.

Resiko radang gusi dan radang periodontal meningkat dengan adanya pemicu lain, seperti rokok, faktor genetik, kehamilan, perubahan hormon, stress serta kurangnya vitamin C dan kalsium. Untuk menghindari radang gusi, dianjurkan menggosok gigi sehabis makan dan sebelum tidur, serta membersihkan sela gigi dengan benang gigi dental floss setidaknya sekali sehari (kalo sayah sih ya secara pribadi g pernah pake benang gigi takut luka). Penggunaan pasta gigi antiplak dan antitartar (karang gigi) amat dianjurkan untuk meningkatkan perlindungan.

Quote:
Penyakit Gigi Picu Diabetes ?
Jangan pernah menyepelekan sakit gigi. Jika dibiarkan, kerusakan gigi yang serius bisa menyebabkan timbulnya penyakit lain. Diabetes hanya salah satu dari sekian banyak penyakit terpicu dengan penyakit gigi yang “ditelantarkan”. Bukan hal yang aneh jika penderita diabetes rata-rata mempunyai gangguan kesehatan gigi. Hal ini diperkuat dengan studi penelitian di Amerika yang mengklaim bahwa penderita kerusakan gigi kronis memililiki kemungkinan besar menjadi pengidap penyakit diabetes tipe 2. Ahli diabetes dan gigi di Inggris menyetujui hasil riset tersebut walaupun masih memerlukan penelitian yang lebih mendalam.

inget inget nih pada kerusakan gigi yang parah, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Sel sistem kekebalan tubuh yang rusak melepaskan sejenis protein yang disebut sitokines. Sitokines inilah yang menjadi penyebab kerusakan sel pankreas penghasil insulin, hormon pemicu diabetes. P

Quote:
enemuan peneliti AS ini diumumkan dalam simposium National Institute of Dental and Craniofacial Research di Maryland. Sedangkan Dr. Anthony Lacopino, ahli gigi di Marquette University School of Density, Winconsin mengatakan bahwa di dalam pankreas, sel yang bertanggung jawab sebagai penghasil insulin dirusak oleh kandungan sitokines yang tinggi. Jika terjadi sekali saja, maka seseorang berpeluang menderita diabetes tipe 2, walaupun orang itu sebelumnya dalam keadaan sehat.

nih agan” yang yang serius

Quote:
Penyakit Gigi Yang Serius
Bukan hanya radang gigi dan gusi saja yang berpotensi menjadi penyebab timbulnya infeksi gigi. Ada banyak masalah gigi yang harus Anda ketahui, mengingat resiko penyebaran bakteri yang dapat menggangu kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Apa saja masalah tersebut? Apa tindakan pencegahan yang harus segera diambil ?

1. Phiegemon (Ludwig, S Angina).
Penyebab penyakit: Infeksi yang berasal dari geligi geraham rahang bawah yang menembus/menyebar ke rongga submandibula, sublingual dan submental kiri dan kanan. Merupakan selulitis yang menyebar dengan cepat.

Gejala awal: Pembengkakan jaringan lunak sekitar gigi yang berlubang, lidah terasa terangkat, untuk membuka mulut menjadi sulit, liur menetes, kesulitan menelan dan bernafas.

Pertolongan pertama: Kompres dingin pada daerah pembengkakan, kompres dingin dahi apabila suhu tubuh meningkat, banyak minum untuk mencegah syok atau kekurangan cairan, makanan lunak dengan gizi dan jumlah yang memadai.

Komplikasi penyakit: Septikemia, dehidrasi, syok, disfagia (tak bisa menelan makanan), asfiksia (tak bisa bernafas).

Cara pencegahan: Periksakan keadaan umum tubuh Anda ke dokter, menjaga kebersihan gigi dan mulut, kontrol ke dokter gigi setidaknya tiga bulan sekali walau tidak merasakan sakit.

2. Sakit gigi geraham.
Penyebab penyakit: Rasa nyeri seperti saat tumbuh gigi. Kadang-kadang nyeri dan bengkak disebabkan oleh infeksi dibawah gusi yang menutupi gigi yang sedang tumbuh. Daerah geraham memang merupakan bagian yang sulit untuk dibersihkan sehingga gusi mudah terkena infeksi dan gigi rusak.

Pertolongan pertama: Gunakan air garam hangat untuk membersihkan daerah yang sulit tersebut. Usahakan untuk minum obat penahan sakit sebelum memeriksakan diri ke dokter gigi. Untuk sementara jangan digunakan untuk mengunyah.

Cara pencegahan: Biasanya dokter gigi Anda dapat menyingkirkan gusi yang tertutup agar nanah dan kotoran dapat keluar. Gigi geraham yang terbenam biasanya dicabut setelah infeksi mereda. Bila infeksi terlanjur meradang, pemberian obat antibiotik juga mungkin dilakukan.

3. Abses gusi (pembengkakan gusi).
Penyebab penyakit: Infeksi dari akar gigi atau gigi sekitar abses dan infeksi gusi yang bila tidak diobati akan menyebabkan bengkak pada muka.

Pertolongan pertama: Minum obat pereda rasa sakit mungkin dapat mengurangi nyeri gusi. Untuk mengurangi bengkak pada gusi, Anda dapat berkumur air dengan garam hangat sehabis makan dan diamkan beberapa saat, ulangi beberapa kali.

Komplikasi: Radang gusi kronis (gingivitis kronik), abses gigi (kumpulan nanah pada gusi) serta gusi yang menipis, gigi menjadi goyah dan mudah lepas.

Cara pencegahan: Untuk infeksi gigi maka kantong infeksi harus dibersihkan. Tergantung dari berat ringannya infeksi, mungkin diperlukan perawatan akar gigi. Pada kasus yang ekstim biasanya diberikan antibiotika atau pencabutan gigi.

4. Nyeri gigi di malam hari. Penyebab penyakit: Gigi yang telah lama berlubang dan tidak terawat, infeksi yang menekan syaraf gigi atau mendesak selaput tulang penyangga gigi dan selaput tulang rahang.

Gejala awal: Gigi nyeri berdenyut tanpa rangsangan dari luar, gigi terasa menonjol serasa keluar dari tempatnya.

Pertolongan pertama: Menempelkan kapas yang sudah ditetesi minyak cengkeh pada lubang gigi yang sakit dapat mengurangi rasa nyeri.

Komplikasi: Gigi mati dan membusuk, jaringan penyangga gigi rusak dan pembengkakan tulang rahang.

Cara pencegahan: Berkunjung ke dokter gigi bila rasa sakit meningkat dan biasanya gigi Anda akan dibersihkan sebelum dilakukan tindakan lanjutan.

Merawat Gigi Dengan Baik
Untuk mencegah terjadinya penyakit gigi, atau minimal sekedar mengurangi kemungkinan terjadinya sakit gigi, Anda harus merawat kesehatan dan kebersihan gigi dengan baik. Untuk itu sebaiknya anda:
1. Menyikat gigi dengan baik dan teratur. Perhatikan faktor yang harus diperhatikan:
* Cara/gerakan dalam menyikat gigi: Vertikal dari arah gusi ke ujung gigi, gusi harus tersikat agar sisa makanan lunak yang ada di leher gigi juga hilang, lakukan dengan lembut namun mantap.
* Frekuensi menyikat gigi: Lakukan minimal dua kali sehari atau setelah makan, jangan beranjak tidur sebelum menyikat gigi yang menjadi langkah awal kesehatan gigi dan gusi, serta jangan melupakan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor untuk menguatkan gigi.

2. Periksa rutin ke dokter gigi, minimal 6 bulan atau 3 bulan sekali jika memungkinkan.

3. Lanjutkan dengan berkumur dengan menggunakan mouthwash (obat kumur) setelah menyikat gigi agar nafas segar dan mengurangi timbunan plak atau karang gigi.

taken from http://archive.kaskus.us/thread/4061119

Leave a Reply